Lingkungan

Tidak Hanya Wereng, Kenali 5 Jenis Hama Tanaman dan 4 Fungsi

Tidak Hanya Wereng, Kenali 5 Jenis Hama Tanaman dan 4 Fungsi

Jenis hama tanaman yang merusak tanaman budidaya sangat beragam seperti, moluska, serangga, tungau, burung maupun tikus. Selain itu, hama tanaman dapat ditekan pertumbuhannya dengan memanfaatkan pestisida alami seperti, sirih, sere, mimba dan sambiloto.

Terdapat beberapa jenis hama tanaman meliputi, moluska, serangga, burung, tikus maupun tungau. Arti luas dari hama ialah segala hal yang mengganggu kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan.

Sedangkan, dalam arti sempit berkaitan dengan aktivitas pembudidayaan tanaman seperti segala hewan yang memiliki kemampuan untuk merusak tanaman, sehingga menyebabkan kerugian secara ekonomis. Apabila hewan belum menyebabkan kerusakan dapat dikatakan belum termasuk hama. Namun demikian, memiliki potensi sebagai hama sehingga perlu dilakukan monitoring.

Jenis-Jenis Hama Tanaman

Beragam jenis hama pada tumbuhan pertanian maupun sayuran perlu diatasi dengan menggunakan insektisida maupun pestisida. Hal ini dilakukan untuk menekan serangan dan mempertahankan tumbuhan tetap panen pad waktunya. Berikut beberapa hama yang merusak tanaman:

  1. Crocidolomia pavonana

Hama ini merupakan serangga yang meyerang tanaman kubis mulai dari crop hingga masa panen. Biasanya, serangga ini hidup di dataran tinggi maupun rendah. Terutama di wilayah pulau jawa. Populasi serangga C. Povana sangat dipegaruhi oleh musim. Terdapat hubungan negatif antara total populasi larva serangga dengan curah hujan. Semakin tinggi curah hujan maka populasi larva semakin sedikit.

Fase larva pada serangga sangat merugikan pertumbuhan kubis dengan memakan daunnya. Terutama. Bagian krop tanaman yang berada di tengah dan dibalut selaput daun muda. Apabila bagian ini sudah rusak, maka larva berpindah ke ujung daun lalu turun menuju daun tua. Tanaman ini dapat rusak secara menyeluruh apabila ulat C. Povana tidak terkendali.

  1. Rayap

Serangga pemakan kayu ini dapat ditemukan pada tanaman bukaan baru dan tanah gambut. Hutan yang baru dibuka mengandung bahan organik untuk pembibitan kelapa sawit. Rayap merupakan hama bagi tanaman perkebunan kelapa sawit. Dua jenis rayap yang menyerang yaitu, C. Curvignathus dan M. Gilvus. Kedua jenis hama tersebut menyerang bagian pelepah daun dan batang. Serangga ini dapat menyerang jaringan hidup maupun mati.

Metode pengendaliannya dilakukan dengan pemeliharaan area atau sanitasi. Perlu melakukan pembersihan kayu, tunggul dan pemusnahan sarangnya, C. Curvignathus merupakan hama paling sering menyerang kelapa sawit di lahan gambut.

  1. Hama Ulat P. Xylostella

Salah satu hama serangga utama pada tanaman kubis. Stadia larva merupakan stadia yang paling merusak daun-daun kubis. Larva mulai menyerang ketika tanaman mempunyai 3-4 daun, hingga tanaman mulai dipanen. Hama ini memiliki kemampuan adaptasi yang baik serta penyerangan inang yang luas. Beberapa tanaman yang diserang meliputi, caisin, sawi, sawi tanah dan kanola.

  1. Wereng

Serangan hama ini terjadi pada tanaman padi sebagai inang dan tanaman sejenis Garminae. Adaptasi hama sangat baik meskipun padi varietas tahan hama. Wereng merupakan hewan ordo Hemiptera dan famili Delphacidae.

Baca juga: Harga Beras Organik

Hama ini memiliki beberapa karakteristik seperti, sekumpulan hama dapat menemukan letak habitat secara cepat, perkembangbiakan cepat serta mampu menggunakan bahan makanan secara baik. Selain itu, sifat serangan menyebar sangat cepat ke habitat baru, kemampuan biotik tinggi dan oemanfaatan makanan singkat diingiri ledakan populasi. Hal ini menimbulkan kerugian dalam jumlah besar.

  1. Lembing Hijau

Hama ini dapat hidup dengan baik pada iklim tropis. Ukuran betina lebih kecil dengan menghasilkan telur 1100 telur sepanjang hidup. Serangan hama ini tidak membuat biji padi kosong. Namun, menjadikan kualitas biji padi berkualitas jelek seperti goresan membujur dan pecah saat penggilingan.

Pestisida Alami untuk Menghalau Jenis Hama Tanaman

Penggunaan pestisida alami lebih efektif namun membutuhkan waktu untuk langsung membunuh hama. Namun, terdapat beberapa fungsi pada pesitisida ini diantaranya,

  1. Repellent => bau yang ditimbulkan dapat memicu serangga untuk tidak datang meletakkan telur.
  2. Antifeedant => mencegah serangga memakan tumbuhan yang s=udah disemprot karena rasanya pahit
  3. Racun syaraf
  4. Attractant=> memikat predator serangga datang untuk memangsa hama

Penggunaan pestsida alami sudah mulai digalakkan untuk mengurangi pestisida buatan. Hal ini dikarenakan senyawa kimia pada pestisida alami cenderung merusak kesuburan tanah. Selain itu, endapan kimia masuk ke tanaman sehingga lebih membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi. Terdapat beberapa tanaman insektisida alami seperti, sirih, sere, mimba, sambiloto dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *